Bappeda Purworejo Mengikuti Vidcon Capaian Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jawa Tengah

By bidang_epw 18 Des 2020, 06:13:41 WIB Bidang PPMPSDAIK

Berita Terkait

Berita Populer

Bappeda Purworejo Mengikuti Vidcon Capaian Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jawa Tengah

Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi urusan wajib yg harus diusahakan pemerintah. Oleh karenanya sebagai konsekwensi dari hal tersebut, Pemerintah harus memiliki komitmen untuk memberikan penyediaan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat. Pencapaian target universal akses air minum dan sanitasi hanya dapat dilaksanakan melalui komitmen Pemerintah Daerah yang diwujudkan dalam bentuk dukungan kebijakan dan regulasi terkait peningkatan alokasi air minum dan penyehatan lingkungan dalam APBD. Hal tersebut dalam rangka pemenuhan target air minum aman dan sanitasi layak, mengacu pada kebijakan nasional. Selain itu air minum dan sanitasi adalah salah satu faktor yang menentukan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah. Jika air minum dan sanitasi telah tertangani dengan baik, maka daya saing daerah yang diukur dari indeks pembangunan manusia (IPM) akan turut meningkat. Pemenuhan akses air minum dan sanitasi akan mempengaruhi angka harapan hidup, lama sekolah dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Untuk mengetahui capaian akses air minum dan sanitasi di Jawa Tengah, Dinas Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan rapat koordinasi capaian air minum dan sanitasi via video conference, pada tanggal 15 Desember 2020. Acara tersebut diikuti oleh Perwakilan dari Bappeda/DPUPR/Dinperkimtan, dan Dinas LH dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Capaian akses air minum dan sanitasi dari masing-masing Kabupaten/Kota sangat menentukan capaian air minum dan sanitasi di Provinsi Jawa Tengah, dan akan berdampak secara langsung terhadap capain air minum dan sanitasi di tingkat nasional.

Terdapat beberapa perbedaan indikator capaian air minum dan sanitasi. Hal tersebut mengacu pada Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024. Dimana jika sebelumnya akses air minum dan sanitasi dibedakan menjadi akses perdesaan dan perkotaan, akan tetapi mengacu pada indikator yang baru menjadi akses air minum dan sanitasi saja. Akses air minum dibedakan menjadi akses air minum layak dan akses air minum aman. Sedangkan akses sanitasi terbagi menjadi akses capaian limbah domestik dan akses persampahan. Akses limbah domestik terbagi menjadi akses limbah domestik layak dan akses limbah domestik aman. Sedangkan akses persampahan terdiri dari capaian akses penanganan persampahan, dan capaian akses pengurangan persampahan.

Berdasarkan RPJMN 2020-2024, target yang akan dicapai sampai dengan tahun 2024 untuk akses air minum layak adalah 100% dan akses air minum aman 15%. Sedangkan target yang akan dicapai sampai dengan 2024 untuk akses limbah domestik layak adalah 90% dan akses limbah domestik aman adalah 15%. Untuk penanganan persampahan target sampai dengan 2024 sebesar 80%, dan target untuk pengurangan persampahan sebesar 20%. Bagi Kabupaten/Kota yang sedang mmenyusun RPJMD, diminta untuk menyesuaikan indikator tersebut dalam dokumen RPJMDnya.

Untuk melaporkan capaian air minum dan sanitasi di masing-masing Kabupaten/Kota, Dinas Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah telah memfasilitasi dengan aplikasi SIMANIS CIKA yang bisa diakses secara online. Karena masih banyak Kabupaten/Kota yang belum menginput capaian sampai dengan tahun 2020, Kabupaten/Kota diminta untuk menginput capaian sampai dengan batas waktu 25 Desember 2020.(/fse)