Sosialisasi Fraud Risk Assessment (FRA)

By Bidang Rendalev 02 Jan 2023, 15:56:59 WIB Rendalev

Berita Terkait

Berita Populer

Sosialisasi Fraud Risk Assessment (FRA)

Purworejo - Bertempat di Ruang Rapat Bappedalitbang Kabupaten Purworejo (29/12) diadakan sosialisasi tentang Fraud Risk Assessment (FRA) oleh Sutikno, S.H., M.Acc., Auditor Muda Inspektorat Kabupaten Purworejo. Fraud atau kecurangan adalah perbuatan tidak jujur yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atau mengakibatkan kerugian melalui cara-cara yang melanggar hukum. Risiko kecurangan adalah kerentanan suatu organisasi terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan, sehingga manajemen perlu mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan mengendalikan risiko tersebut agar dapat meminimalisir kecurangan.

Ada beberapa indikasi atau red flag yang dapat memberi tanda-tanda terjadinya kecurangan, seperti perilaku tidak jujur, niat/kesengajaan, dan keuntungan yang merugikan orang lain. Risiko operasional juga perlu dipertimbangkan, yaitu risiko yang muncul dari kegiatan operasional suatu organisasi yang tidak didasari oleh niat dan tidak menguntungkan.

Untuk mengendalikan risiko kecurangan, perusahaan dapat membuat Fraud Control Plan (FCP) yang mencakup kebijakan anti kecurangan, struktur anti kecurangan, standar perilaku dan disiplin, penilaian risiko kecurangan, manajemen sumber daya manusia, manajemen pihak ketiga, sistem whistleblowing dan perlindungan pelapor, deteksi proaktif, investigasi, dan tindakan korektif. FRA merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam FCP untuk membuat peta risiko kecurangan, mendeteksi dini risiko kecurangan, dan menganalisis kelemahan-kelemahan program pencegahan kecurangan.

Penilaian risiko kecurangan adalah proses dinamis yang berulang untuk mengidentifikasi dan menilai risiko kecurangan yang relevan dengan organisasi. Penilaian ini mempertimbangkan risiko kecurangan pelaporan keuangan, pelaporan non-keuangan, penyelewengan aset, dan tindakan ilegal. Setelah risiko teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengelola risiko tersebut dengan memilih salah satu dari empat strategi yaitu menghindari, mengurangi, menerima, atau mengalihkan risiko tersebut. (hsn)