Paparan Pendahuluan Riset Unggulan Daerah Bidang Kelautan Perikanan di Purworejo

By litbang 31 Okt 2024, 15:42:37 WIB litbang

Berita Terkait

Berita Populer

Paparan Pendahuluan Riset Unggulan Daerah Bidang Kelautan Perikanan di Purworejo

Purworejo, 25 September 2024 – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Purworejo mengadakan rapat paparan pendahuluan Riset Unggulan Daerah untuk bidang Kelautan dan Perikanan di Ruang Rapat Bappedalitbang. Acara yang berlangsung pada Rabu pagi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta tim peneliti dari perguruan tinggi, termasuk Prof. Dr. Leni Sophia H, ST., M.Sc., IPU, Prof. Dr. Ir. Sarto, M.Sc., IPU, dan tim dari Dinas terkait.

Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Litbang Bappedalitbang Kabupaten Purworejo, Sri Palupi, SE., MM, yang memimpin jalannya diskusi. Dalam sambutannya, Sri Palupi menyampaikan pentingnya riset ini dalam mengembangkan potensi daerah di sektor perikanan dan kelautan, khususnya dalam produksi garam rakyat.

Ketua Tim Peneliti, Prof. Leni Sophia, memaparkan bahwa Kabupaten Purworejo memiliki potensi besar sebagai wilayah produksi garam rakyat. Pantai selatan Purworejo memiliki panjang 21 kilometer dengan karakteristik pasir pantai dan suhu tinggi, yang sangat mendukung proses penguapan untuk produksi garam berkualitas tinggi. Di tengah kebutuhan nasional akan garam yang mencapai 4,7 juta ton per tahun, produksi nasional saat ini hanya mencapai 635 ton. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data potensi alam, sosial ekonomi, serta kelembagaan yang relevan sebagai dasar pengembangan Purworejo menjadi sentra garam rakyat.

Diskusi rapat diwarnai dengan berbagai tanggapan konstruktif dari para peserta. Kepala Bidang Litbang, Sri Palupi, mengemukakan bahwa optimalisasi potensi ini perlu disertai dengan referensi data yang komprehensif serta model bisnis yang kuat. Beliau menyarankan adanya peta potensi fisik dan sosial budaya daerah sebagai dasar mitigasi serta pengembangan bisnis. Selain itu, Pemda akan mempertimbangkan isu megatrust yang mungkin berdampak pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). (hsn/yan)