Forum Komunikasi Riset dan Inovasi Kabupaten Purworejo Tahun 2025 - FKRI 26 November 2025
FKRI 26 November 2025

By ADMINBAPPEDA 02 Jan 2026, 22:04:12 WIB Bidang PPMPSDAIK
Forum Komunikasi Riset dan Inovasi Kabupaten Purworejo Tahun 2025 - FKRI 26 November 2025

PURWOREJO, BAPPERIDA Kabupaten Purworejo pada tanggal 26 November 2025 – Momentum penguatan ekosistem riset dan inovasi Kabupaten Purworejo berlanjut pada hari kedua Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) Tahun 2025. Bertempat di Ruang Rapat BAPPERIDA Kabupaten Purworejo, agenda hari ini berfokus pada perumusan rencana aksi yang lebih teknokratis dan terperinci untuk ditindaklanjuti oleh seluruh Perangkat Daerah.

Acara dipimpin langsung oleh Kepala BAPPERIDA Kabupaten Purworejo, Bapak Drs. Hery Raharjo, M.Si, dan dihadiri oleh pimpinan Perguruan Tinggi, perwakilan mahasiswa, serta Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Riset Sebagai Pondasi Utama Inovasi Ekonomi

Sesi diawali dengan paparan penting mengenai peran vital akademisi dalam pembangunan daerah. Agus Dwi Atmoko, SE, MM., menyampaikan materi tentang Peran Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Ekosistem Riset dan Inovasi Daerah di Bidang Ekonomi.

"Riset adalah pondasi utama untuk inovasi ekonomi Purworejo," tegas Agus Dwi Atmoko. "Dengan mendorong hilirisasi, pengembangan UMKM digital, pemanfaatan akses strategis YIA, penerapan pertanian modern, dan peningkatan investasi daerah, Purworejo dapat mencapai pertumbuhan yang lebih cepat dan berkelanjutan."

 Lima Pilar Rencana Aksi Hasil Diskusi Panel

Puncak acara adalah Diskusi Panel yang dipandu oleh Sri Palupi, S.E., M.Si., yang berhasil merumuskan Rencana Aksi kolaboratif berdasarkan lima isu strategis utama di Kabupaten Purworejo. Rencana aksi ini akan menjadi panduan rinci bagi Perangkat Daerah untuk menjalankan program berbasis riset dan inovasi:

1. Kebijakan dan Infrastruktur

Fokus utama adalah merevitalisasi infrastruktur menjadi technopark, memperkuat kinerja lembaga riset/inovasi daerah, mengembangkan model kemitraan (riset/hilirisasi), dan mengintegrasikan literatur teori inovasi internasional.

2. Ketahanan Sosial

Rencana aksi mencakup strategi data kemiskinan yang valid, pemanfaatan Sistem Informasi Kesejahteraan Nasional Generasi Baru (SIK-NG), penguatan dan inkubasi BUMDES, serta pengembangan inovasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan aplikasi antrian kesehatan.

3. Tata Kelola Pemerintahan

Prioritas diberikan pada kajian perencanaan yang lebih teknokratis, pengembangan SDM dengan peningkatan kompetensi, serta peningkatan kapabilitas inovasi melalui LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) perguruan tinggi dan konsolidasi program penelitian.

4. Pertumbuhan Ekonomi Kurang Inklusif

Aksi nyata diarahkan pada hilirisasi riset Balai Pengembangan Pertanian (BPP) Sidoagung, pengembangan infrastruktur data pertanian terintegrasi, riset pangan lokal (beras, singkong, protein hewani), serta penguatan Forum Non-Formal UMKM untuk eksplorasi, konsolidasi, pemasaran, dan pengembangan produk unggulan daerah (OVOP Kelapa, potensi kelautan).

5. Layanan Infrastruktur Dasar Kurang Merata & Penurunan Kualitas Hidup Berketahanan Bencana

Rencana aksi mencakup peningkatan kualitas air minum/sanitasi, integrasi data Hunian Layak, peningkatan kualitas database kerusakan infrastruktur jalan (by system), kajian model infrastruktur berketahanan bencana, dan action riset pengelolaan limbah B3.

Kepala BAPPERIDA Purworejo menutup rangkaian acara dengan menekankan bahwa Rencana Aksi ini merupakan hasil komitmen bersama dan harus segera ditindaklanjuti oleh setiap Perangkat Daerah agar transformasi Purworejo menjadi Orkestrator Riset dan Inovasi dapat terwujud secara efektif.