▴Hut RI 81▴
- Bakesbangpol Purworejo Inisiasi FGD dan Konsultasi Penghitungan Indeks Ketahanan Nasional ke Lemhannas RI
- Bakesbangpol dan FKUB Sepakat Cukupi Temuan Hibah
- Wujudkan Data Valid dan Tepat Sasaran
- Rakor Pengawasan PDPB Triwulan III, Bawaslu Purworejo Dorong Akurasi Data Pemilih
- Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI, Momentum Mengenang Jasa Para Pahlawan
- Semarak HUT TNI, Ratusan Warga Bersihkan Goa Seplawan
- Joxzin Bersholawat dan Peduli Bencana, Momentum Anniversary ke-4 Brigade Joxzin Purworejo
- Bakesbangpol Purworejo Gelar Jumat Bersih, Wujudkan Lingkungan Kantor yang ASRI
- Bakesbangpol Dorong Penguatan Peran Masjid, Mushola dan Pondok Pesantren untuk Kerukunan Masyarakat
- Petakan Daerah Rawan Bencana Sosial di Purworejo
Pemkab Purworejo Perkuat Sinergi Jaga Inflasi dan Percepat Digitalisasi Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Pemkab Purworejo Perkuat Sinergi Jaga Inflasi dan Percepat Digitalisasi Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Purworejo
menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Tim
Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dan Tim Percepatan dan Perluasan
Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Aula Balai Nelayan Kampung Nelayan Merah Putih
(KNMP), Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang
diikuti sekitar 130 peserta ini menjadi forum strategis untuk memperkuat
sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperluas akses keuangan, serta
mendorong percepatan digitalisasi pelayanan publik dan transaksi keuangan
daerah.
Acara dibuka oleh Bupati
Purworejo, Yuli Hastuti, serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa,
perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Jateng, dan
berbagai pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli
Hastuti menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus menjadi perhatian bersama
guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Ia
juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk menghadirkan inovasi nyata dalam
pengendalian inflasi, sekaligus memperkuat digitalisasi transaksi pemerintah
melalui optimalisasi pembayaran non-tunai, termasuk penggunaan QRIS, agar
pelayanan publik semakin cepat, mudah, dan transparan.
Selain itu, Bupati berharap
industri jasa keuangan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam
memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, khususnya bagi pelaku UMKM,
sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan meliputi
sambutan, simulasi pembayaran retribusi secara digital, serta penyampaian
materi dari narasumber Bank Indonesia, OJK, dan Bank Jateng mengenai strategi
pengendalian inflasi, peningkatan literasi serta inklusi keuangan, dan
percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Pelaksanaan High Level Meeting
berlangsung aman, tertib, dan lancar. Forum ini diharapkan menghasilkan
langkah-langkah konkret yang memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga
stabilitas harga, meningkatkan akses keuangan masyarakat, serta mempercepat
transformasi digital di Kabupaten Purworejo. Melalui kolaborasi yang kuat
antara pemerintah, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan, Purworejo
optimistis mampu mewujudkan ekonomi daerah yang maju, inklusif, dan berdaya
saing.
.png)


