▴Hut RI 81▴
- Bakesbangpol Purworejo Inisiasi FGD dan Konsultasi Penghitungan Indeks Ketahanan Nasional ke Lemhannas RI
- Bakesbangpol dan FKUB Sepakat Cukupi Temuan Hibah
- Wujudkan Data Valid dan Tepat Sasaran
- Rakor Pengawasan PDPB Triwulan III, Bawaslu Purworejo Dorong Akurasi Data Pemilih
- Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI, Momentum Mengenang Jasa Para Pahlawan
- Semarak HUT TNI, Ratusan Warga Bersihkan Goa Seplawan
- Joxzin Bersholawat dan Peduli Bencana, Momentum Anniversary ke-4 Brigade Joxzin Purworejo
- Bakesbangpol Purworejo Gelar Jumat Bersih, Wujudkan Lingkungan Kantor yang ASRI
- Bakesbangpol Dorong Penguatan Peran Masjid, Mushola dan Pondok Pesantren untuk Kerukunan Masyarakat
- Petakan Daerah Rawan Bencana Sosial di Purworejo
Apel Gladi Lapang Tsunami 2025 di Purworejo, Wujud Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Selatan Jawa

Keterangan Gambar : Apel Gladi Lapang Tsunami 2025 di Purworejo
Purworejo, 13 November 2025 —
Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama BPBD menggelar Apel Gladi Lapang Tsunami
2025 di Lapangan Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi. Kegiatan yang berlangsung
sejak pukul 08.20 hingga 09.00 WIB itu diikuti sekitar 300 peserta dari unsur
TNI-Polri, relawan, instansi terkait, pelajar, serta masyarakat lima desa
pesisir.
Apel dipimpin langsung oleh Pj Sekda
Purworejo, dr. Tolkah Amaruddin, Sp.THT., M.Kes selaku Pembina Apel,
dengan Lettu Laut (S) Teguh Arisdiyanto sebagai Komandan Apel
dan Kapten CPM Sutiyono sebagai Perwira Apel. Apel dihadiri
sejumlah pejabat Forkopimda, pimpinan instansi, relawan, dan tokoh masyarakat
setempat.
Dalam amanat yang membacakan sambutan Bupati
Purworejo, Pj Sekda menegaskan bahwa kawasan pesisir selatan Purworejo memiliki
potensi kerawanan tinggi akibat aktifnya zona megathrust di selatan Jawa. Oleh
karena itu, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi aspek penting dalam
mengurangi risiko bencana.
“Gladi lapang ini bukan sekadar kegiatan
seremonial, tetapi latihan nyata untuk menguji sistem peringatan dini,
koordinasi lintas sektor, serta kesiapan masyarakat mengenali jalur evakuasi,”
tegasnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI-Polri, BPBD, relawan, serta
masyarakat Jogoresan sebagai bukti kuatnya ketangguhan komunitas dalam
menghadapi potensi bencana tsunami.
Peserta apel terdiri dari tiga satuan setingkat
kompi (SSK):
·
SSK gabungan TNI-Polri dan BPBD
·
SSK gabungan SAR, Dinporapar, relawan, Banser,
dan pelajar
·
SSK gabungan PMI dan masyarakat dari lima desa
pesisir: Jogoresan, Jogoboyo, Gedangan, Karanganyar, dan Watukuro
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi
lapangan yang dirancang untuk menguji kecepatan respon, alur evakuasi, serta
koordinasi antar-unit. Simulasi berjalan aman dan lancar, dengan antusiasme
tinggi dari warga dan relawan.
Melalui gladi lapang ini, Pemerintah Kabupaten
Purworejo berharap upaya mitigasi bencana semakin kuat, sinergi antar-instansi
semakin solid, dan masyarakat semakin siap menghadapi potensi tsunami di masa
depan.
.png)


